Haruskah Jejaring Sosial Diblokir?

Fenomena jejaring sosial yang mampu menyedot ratusan juta pengguna dalam tempo yang relatif singkat telah mengundang pro dan kontra di berbagai kalangan masyarakat. Dari mulai sekadar ucapan keprihatinan hingga tindakan nyata berupa pemblokiran. Peristiwa terakhir inilah yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Tengok misalnya kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (pemda) Surabaya. Sejak bulan Oktober lalu, Pemda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memblokir akses ke Facebook dan Yahoo! Messenger. Kebijakan pemblokiran ini tidak hanya dilakukan pemda, tapi juga di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan tempat saya dulu bekerja.

Penelitian di AS sendiri, seperti dimuat koran USA Today, mengungkap 54 persen perusahaan menutup sama sekali akses ke Facebook, sementara 35% lainnya membatasi dengan limitasi tertentu. Hanya 11 persen yang tetap membiarkan para karyawannya menggunakan Facebook di tempat kerja.

Alasan yang kerap dikemukakan oleh para pemblokir akses ke jejaring sosial ini adalah menurunnya produktivitas karyawan. Apa benar demikian? Sebuah penelitian menunjukkan karyawan yang berselancar di internet untuk kesenangan di tempat kerja, tidak lebih dari 20 persen dari total jam kerja di kantor, akan lebih produktif sekitar sembilan persen dibanding yang tidak.

Pada titik tertentu, jejaring sosial sebenarnya dapat mengurangi beban biaya perusahaan terutama penggunaan telepon kantor. Kenapa? Karena jejaring sosial lebih memudahkan komunikasi dengan pihak luar. Negoisasi bisnis, misalnya, bisa dilakukan di dunia maya via Yahoo! Messenger, tanpa menguras biaya telepon.

Di sisi lain, pemblokiran jejaring sosial ini bisa menjadi sinyal negatif kepada calon karyawan baru. Siapa mau bergabung ke perusahaan yang membatasi akses sosialnya? Ya, karena pada dasarnya manusia ingin berinteraksi dengan manusia yang lain.

Lebih dari itu, bukankah seharusnya perusahaan lebih mementikan produktifitas daripada mengurusi kegemaran karyawannya bersosialisasi di dunia maya? Siapa yang akan Anda pilih, pegawai yang bisa menjual 10 mobil per bulan, tapi suka berselancar di dunia maya atau yang hanya bisa menjual 3 per bulan dan tidak merasa perlu bersentuhan dengan jejaring sosial online?***

1 Comment »

nuantero on November 7th 2009 in Media Sosial

One Response to “Haruskah Jejaring Sosial Diblokir?”

  1. tree responded on 23 Jan 2010 at 11:24 am #

    izin copas buat note FB
    link kesitus ini saya akan sertakan terimakasih

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply