9 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Membangun Situs Retail Online
Akhir-akhir ini banyak para peritel modern ingin memiliki situs ecommerce sendiri. Sedikit banyak fenomena ini menunjukkan kalau kesadaran akan peluang berjualan di dunia online di masa kini dan masa depan sudah semakin tinggi. Sayangnya, kesadaran tersebut terkadang tidak dilandasi oleh riset yang mendalam, lebih kepada keinginan menggebu tanpa ditopang sarana dan prasarana yang memadai.
Berdasarkan pengalaman saya membantu membidani beberapa situs ecommerce dan riset beragam literatur, setidaknya ada sepuluh hal yang harus diperhatikan ketika Anda ingin memiliki situs ecommerce.
1. Kenali siapa pangsa pasar Anda.
Mungkin Anda telah mengenal pasar Anda di dunia nyata, tapi bukan berarti Anda telah mengetahui siapa mereka sebenarnya di dunia maya. Misalnya, konsumen di dunia maya jauh lebih rewel daripada di dunia nyata. Kemudian, seberapa luas cakupan layanan Anda? Apakah hanya daerah tertentu, seluruh Indonesia atau seluruh dunia? Ini akan berkaitan dengan kebijakan harga dan pengiriman barang, misalnya.
2. Business plan untuk ritail online
Dalam beberapa kali kesempatan membidani maupun “sekadar” diskusi dengan perusahaan yang ingin terjun di dunia ritel online, saya selalu mendapatkan kesan kalau keinginan tersebut kurang, untuk tidak mengatakan tidak dilandasi business plan tersendiri. Yang ada kemudian adalah hanya hitung-hitungan kasar atau sekadar ingin coba-coba. Karena keinginan coba-coba ini pulalah mereka kerap menginginkan harga murah.
3. Konten, konten, dan konten!
Boleh saja Anda telah memiliki konsep yang matang, tapi apakah Anda telah memiliki semua konten yang dibutuhkan? Jangan sampai ketika situs Anda telah online, banyak produk yang tidak disertai keterangan dan foto yang memadai. Ingat, konsumen membutuhkan informasi selengkap-selengkapnya tentang produk yang ingin mereka jual,
4. Persediaan produk terintegrasi
Jangan coba-coba untuk menjadi pemain retail online bila Anda belum bisa memastikan persediana produk Anda bisa terintegrasi antara offline dengan online. Akan sangat mengecewakan bila konsumen yang telah meluangkan waktu beberapa menit di situs Anda hanya akan menemukan kalau persediaan tidak ada atau sold out. Atau ketika telah melakukan transaksi, customer service Anda kemudian menyatakan kalau barang tersebut telah habis.
5. Sistem pembayaran
Ada tiga kemungkinan sistem pembayaran di situs retail online: cash on delivery (COD), transfer bank, dan kartu kredit. Sejauh ini, masih sedikit pemain besar retail online yang mengadopsi pembayaran via kartu kredit, kebanyakan masih memakai transfer bank, bahkan masih menyediakan layanan COD. Pada hemat saya, lebih baik sedari awal para peritel online mengadopsi pembayaran via kartu kredit. Selain prosedur yang lebih sederhana, ini juga untuk mengedukasi konsumen. Untuk yang terakhir ini ada beberapa vendor yang bisa dipilih, yang terkenal misalnya Paypal. Untuk lokal, Anda bisa mencoba menggunakan layanan Nsiapay. Masing-masing vendor memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
6. Pastikan semua fitur dan navigasi berfungsi dengan baik
Sebuah penelitian yang dilakukan Harris Interactive (2009) menunjukkan bahwa satu dari dua netter mengalami masalah ketika berselancar di situs belanja online, mulai dari error messages, navigasi yang membingungkan, informasi yang kuran tepat hingga fungsi pencarian yang tidak bekerja dengan baik. Ujungnya-ujungnya, konsumen kabur dari toko Anda dan berpaling ke toko lain. Dan tentunya, Anda bakal mendapat reputasi buruk.
7. Pastikan bahwa fitur-fitur yang ada benar-benar bisa dirawat
Mungkin sudah menjadi sifat alami manusia untuk meminta lebih banyak tanpa menyadari kalau permintaan tersebut dipenuhi, dia bakal kewalahan pada akhirnya. Ambil contoh, misalnya, fitur Newsletter. Hampir semua klien yang pernah bekerja sama dengan saya menginginkan adanya newsletter di situs mereka, tapi ketika fitur itu disediakan, tak pernah digunakan sama sekali.
8. Dengarkan suara konsumen Anda
Konsumen adalah raja. Hukum ini kian mendapatkan tempatnya di dunia maya. Ulasan atau komentar buruk tentang situs web Anda akan dengan mudah tersebar melalui sosial media yang kini tumbuh pesat, seperti facebook atau twitter, dan konsumen cenderung mempercayai apa yang diutarakan oleh netter yang ada dalam jaringan sosialnya. Reaksi yang Anda berikan terhadap ulasan buruk tersebut akan menentukan masa depan toko online Anda.
9. Staf khusus untuk merawat situs web online Anda
Berkaitan dengan poin 6 dan 7 di atas, Anda mau tidak mau harus memiliki staf khusus yang dedicated untuk situs web online. Bahkan bila memungkin Anda bisa membuatnya menjadi divisi tersendiri, tergantung skala bisnis yang ingin Anda capai.***
nuantero on November 19th 2009 in eCommerce
revolutionary live forex free responded on 10 Dec 2010 at 7:51 am #
Ah! akhirnya aku menemukan apa yang saya cari. Somtimes dibutuhkan upaya untuk menemukan begitu banyak berguna bahkan sepotong kecil informasi.
personal fitness responded on 10 Dec 2010 at 9:29 am #
Thank you, I have recently been searching for information about this topic for ages and yours is the best I have discovered so far.
emt training responded on 11 Dec 2010 at 7:11 pm #
I’ve recently started a blog, the information you provide on this site has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.
online business promotion responded on 17 Dec 2010 at 7:17 am #
Awesome informasi, banyak terima kasih kepada penulis artikel. Ini bisa dimengerti bagi saya sekarang, efektivitas dan pentingnya adalah pikiran-boggling. Terima kasih sekali lagi dan semoga berhasil!