Enam Prediksi Dotcom Indonesia 2010
Tidak lama lagi kita akan menutup tahun 2009. Tahun ini ditandai dengan keberhasilan media sosial sebagai ajang demokratisasi dan pengejawantahan tuntutan masyarakat atas keadilan seperti yang tercermin dalam gerakan facebookers mendukung Prita berhadapan dengan RS Omni International dan kasus kriminalisasi Bibit-Chandra. Banyak perusahaan juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mempromosikan produk atau jasanya.
Di sisi lain, kita juga mencatat organisasi dan perusahaan yang membatasi akses karyawannya kepada media sosial ini dengan alasan penurunan produktifitas kerja. Apakah sensor terhadap media sosial ini akan terus berlanjut hingga tahun depan? Lebih jauh lagi, bagaimana kira-kira wajah internet Indonesia satu tahun mendatang?
1. Media jejaring sosial akan terus bertumbuh
Data menunjukkan pengguna facebook di Indonesia telah mencapai lebih dari 11 juta, Pertumbuhan yang sama juga dialami oleh Twitter. Masing-masing jejaring sosial ini memiliki fanatikus tersendiri, walaupun terjadi irisan besar di antaranya.
Popularitas jejaring sosial ini telah memicu lahirnya jejaring sosial lokal seperti Plurk, Fupei, Digli, Kombes dan lain-lain. Tahun 2010 bakal menjadi tahun pembuktian bagi eksistensi jejaring lokal, sejauh mana mereka mampu menarik minat netter Indonesia.
2. Telepon seluler bakal menjad jalur utama media jejaring sosial
Tahun 2009 ditandai dengan gencarnya operator selular mengeluarkan ponsel bundling yang sudah memiliki aplikasi facebook di dalamnya. Sukses ini juga diikuti oleh para vendor ponsel seperti LG, Samsung, Nokia dan lain-lain dengan harga terjangkau.
Penggunaan ponsel sebagai jalur utama untuk mengakses media sosial ini, selain karena kecepatannya, juga untuk menyiasati fobia di banyak perusahaan terhadap mediaj jejaring sosial. Berdasarkan survei, lebih dari lima puluh persen perusahaan dan lembaga membatasi akses ke facebook dan sejenisnya, mulai dari limitasi waktu hingga pemblokiran total.
3. Situsweb dan Jejaring Sosial akan menjadi kebutuhan primer perusahaan
Di satu sisi banyak perusahaan memblokir facebook dan sejenisnya, tapi di sisi lain banyak perusahaan yang menggunakan jejaring sosial ini sebagai alat pemasaran yang ampuh. Di tahun depan, kita akan melihat perusahaan atau lembaga ramai-ramai memiliki akun di facebook. Pembukaan akun ini akan diiringi oleh pembuatan situsweb perusahaan.
Bila dahulu banyak perusahaan melihat situsweb sebagai kebutuhan sekunder bahkan hanya tersier, di tahun depan, mereka akan melihat media baru ini sebagai kebutuhan primer. Kenapa? Karena mereka akan sering ditanya oleh klien dan atau pelanggan mereka apakah memiliki situsweb atau tidak. Mau tidak mau mereka akan membuat situsweb perusahaan, terlepas dari apakah situsweb itu hanya ala kadarnya atau sesuatu yang memang terkonsep dengan baik sesuai dengan objektif perusahaan.
4. Surat kabar dan majalah bakal ramai-ramai berbenah
Tahun 2008 Kompas versi online terlahir kembali dan diluncurkan besar-besaran. Masih merasa belum puas, tahun 2009 mereka memunculkan kanal-kanal baru seperti otomotif, female dan properti.
Apa yang dilakukan Kompas ini telah diikuti oleh media-media cetak lain seperti Media Indonesia dan Tempo. Tempo misalnya telah mengeluarkan versi epaper. Begitu juga dengan tabloid Kontan.
Pembenahan website ini tidak semata milik media-media terbitan Jakarta. Media daerah seperti Jawa Pos, Pikiran Rakyat dan Waspada juga ikut berbenah.
Tahun depan, para pemain media ini mau tidak mau harus terus berbenah. Kenapa? Karena kue iklan media cetak akan semakin sedikit. Begitu pula dengan jumlah pembaca yang terus tergerus oleh kehadiran internet. Semakin lambat mereka mempersiapkan diri hijrah ke media online, akan semakin besar investasi yang harus ditanamkan ke depannya.
5. Pasar besar bagi situsweb yang membidik ceruk sempit
Seiring dengan pembenahan para pemain media cetak di versi onlinenya, pasar yang tersedia untuk pemain baru tinggal di niche market. Beberapa pemain telah berhasil bermain di ceruk sempit ini seperti sendokgarpu dan weddingku.
Semakin besarnya jumlah pengguna internet Indonesia akan membuat kian beragam pula kebutuhan informasi yang mereka inginkan . Dan semakin bersiliwerannya informasi di dunia maya, semakin besar pula keinginan netter untuk “memiliki” situsweb yang mampu memenuhi kebutuhan spesifik mereka.
Adalah sebuah pilihan yang kurang bijak bila coba-coba berpikir untuk menyaingi detik atau kapanlagi, misalnya. Kecuali Anda memiliki dana berlimpah dan siap merugi tiga lima tahun ke depan.
6. Bermunculannya para pemain retail tradisional yang memiliki situs belanja sendiri
Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan klien, saya melihat adanya energi besar para pemain retail tradisional untuk merambah ke bisnis online. Tahun ini mereka sudah mempersiapkan diri dan tahun depan kita bakal melihat hasilnya. Beberapa peritel tradisional yang kemungkinan bakal meluncurkan situs belanja online sendiri adalah Disc Tarra, Global Teleshop, iBox, Wenger, Topgolf dan lain-lain.
Mereka-mereka yang tahun ini baru coba-coba bisnis online, khususnya dengan memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook, besar kemungkinan beberap di antara mereka akan memiliki website sendiri, khususnya yang telah mengemas produknya dengan baik.
Sebuah survei menunjukkan kalau 51 persen pengguna internet Indonesia sudah terbiasa menggunakan internet sebagai media berbelanja. Bila pengguna internet kita sekarang berjumlah30 juta orang, berarti ada potensi pasar sebesar 15 juta lebih dan akan terus bertambah. Jumlah yang menggiurkan bukan?***
nuantero on December 11th 2009 in Media Sosial, Strategi Marketing, eCommerce