Memiliki Media Sosial Saja Tidak Cukup

Sekali waktu, saya iseng mengklik sebuah website. Website tersebut milik klien saya. Saya agak terkejut ketika menyadari bahwa account media sosial yang mereka miliki tidak berfungsi sama sekali. Fan page Facebook-nya hanya diisi oleh sembilan orang, termasuk saya yang baru hari itu bergabung, dan account twitter yang hanya satu orang follower. Padahal link kedua account tersebut ada di website. Lebih terkejut lagi karena website tersebut merupakan gabungan semua tempat bisnis food & beverage yang mereka miliki yang totalnya berjumlah 10 buah!

Ada dua kemungkinan kenapa media sosial mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pertama, karena kedua account tersebut tidak di-update secara regular. Saya tidak melihat adanya pergerakan informasi di sana sejak keduanya dibuat. Bisa dipastikan tidak ada orang yang memang ditugaskan mengelola account tersebut. Kedua, websitenya sendiri minim pengunjung. Saya coba melihat traffic di alexa.com, ternyata berada di urutan 25 jutaan. Sangat jauh dengan website kompetitor yang sudah berada di ranking satu jutaan. Dan karena masih berada di luar ranking 100 ribu untuk lokal Indonesia, Alexa tidak memberikan historical data traffic-nya. Beda dengan kompetitor yang sudah berada di ranking 50 ribuan untuk lokal.

Ini bukan semata milik klien saya di atas. Banyak website yang mencantumkan alamat twitter dan facebook mereka tapi ketika kita coba melongok ke dalamnya, ternyata tidak ada apa-apa. Kenapa hal itu bisa terjadi? Kemungkinan besar jawabannya adalah karena mereka hanya ikut trend. Kedua, tidak ada strategi yang jelas untuk menghidupkan media sosial yang mereka miliki agar menjadi media marketing yang mumpuni.

Ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya kita jawab ketika memutuskan untuk memiliki media sosial. Pertama, apa sebenarnya tujuan yang kita harapkan? Apakah untuk memperkuat brand awarness atau untuk melakukan penjualan langsung, misalnya? Kedua, media sosial apa saja yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut? Apakah cukup hanya memiliki twitter dan facebook atau Anda harus memiliki account di youtube juga? Masuk ke situs-situs review atau harus sampai memiliki blog tersendiri?

Setelah menjawab pertanyaan di atas, langkah berikutnya adalah bagaimana merawat media sosial yang Anda miliki. Anda tentunya tidak berharap punya account twitter yang hanya memiliki satu follower dan fan page yang hanya berisikan sembilan penggemar. Banyak pihak percaya bahwa promo paling murah meriah adalah melalui facebook. Mungkin benar adanya bila usaha Anda masih kecil-kecilan. Tapi bila telah menjadi usaha skala menengah ke atas, mengelola media sosial tidak semudah membalik telapak tangan. Anda harus memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada customer/penggemar Anda, dan ini merupakan pekerjaan daily basis. Mau tidak mau Anda harus memiliki seseorang atau tim khusus untuk mengelolanya. Beberapa perusahaan malah telah melakukan outsource untuk hal ini.

Setelah media sosial yang Anda miliki terawat, perlu pula dipikirkan bagaimana mengintegrasikan media sosial dengan strategi marketing secara keseluruhan. Patut diingat, media sosial hanyalah salah satu channel marketing atau komunikasi di dunia online. Banyak hal yang harus disiapkan ketika Anda mulai terjun menggunakan media internet sebagai ajang promosi. Satu hal yang paling penting adalah Anda harus memiliki sebuah website terlebih dahulu! Website inilah yang bakal menjadi muara semua kegiatan marketing Anda.***

No Comments »

nuantero on January 14th 2011 in Media Sosial, Strategi Marketing

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply