Menilik Peluang Media Online di Tablet
Fenomena iPad telah menghadirkan optimisme baru di kalangan pegiat media berita online. Raksasa media Rupert Murdoch, misalnya, tahun ini telah berencana meluncurkan harian online bernama The Daily. Koran online baru ini khusus dibuat untuk iPad. Langkah yang sama juga akan diikuti oleh Richard Branson. Pengusaha jaringan penerbangan Virgin Atlantic ini bakal meluncurkan majalah Project untuk iPad. Untuk mengakses kedua media online tersebut, para netter harus langganan. Berapa besarnya langganan per bulan, sejauh ini belum ada informasi pasti.
Selain bakal munculnya media online yang khusus dibuat untuk iPad, kita juga sudah melihat beberapa media online lokal dan manca negara menancapkan kukunya di media tablet ini. CNN, misalnya, telah meluncurkan versi iPad pertengahan Desember tahun lalu. Untuk skala nasional, Kompas malah telah lebih dahulu hadir pertengahan tahun lalu, tepatnya 21 Juli 2010, menjadikannya harian pertama di Asia yang memiliki aplikasi iPad. Hadir dua versi yaitu Kompas ePaper dan Kompas Editor’s Choice. Keduanya masih gratis. Langkah yang sama juga telah ditempuk media online terbesar di tanah air, Detik.
Keinginan kuat para pelaku media online untuk ramai-ramai menanamkan aplikasinya di iPad tidak terlepas dari kencangnya penjualan komputer tablet ini. Tahun lalu saja, berdasarkan data dari eMarketer, diperkirakan iPad bakal terjual 8,5 juta keping, menguasa 88% pangsa pasar tablet. Pertumbuhannya akan berlipat dua tahun ke depan menjadi 30,1 juta dan menguasai 74% pangsa pasar, yang totalnya 40,6 juta. Sangat menjanjikan bukan?
Di Indonesia sendiri hingga akhir tahun lalu diperkirakan telah terjual lebih dari tiga ribu keping iPad dan besar kemungkinan jumlah itu akan melonjak tajam seiring dengan hadirnya iPad secara resmi di negeri ini dengan harga yang sama dengan harga di luar negeri. Ini masih ditambah dengan telah diluncurkannya produk tablet lainnya seperti Samsung Galaxy Tab dan Dell Streak. Belum lagi vendor-vendor lain seperti HP, Toshiba, Fujitsu dan lain-lain yang telah siap merangsek ke pasar baru nan menjanjikan ini.
Pertanyaan klasik yang selalu muncul kemudian adalah bagaimana menghasilkan uang (monotize) dari peluang baru ini? Apakah netter akan bersedia membayar untuk konten media? Sebuah survei awal yang dilakukan oleh Nielsen terhadap pengguna iPad menunjukkan bahwa 45% dari mereka menyebut harga langganan yang ditawarkan media massa online masih pada batas wajar, malah sekitar 30% pengguna iPad menyebut harga langganan koran online yang ada sekarang masih murah. Hanya sekitar 10% yang menyebut harga langganan yang diterapkan media kemahalan.
Selain mengharapkan pelanggan, media online sebenarnya punya peluang besar meraup pengiklan untuk menghidupi dirinya. Sebuah riset yang dilakukan UM dan Time Inc menunjukkan bahwa pengguna iPad ingin melihat iklan dalam format video, yang memberi informasi lebih terhadap produk yang ditawarkan, galeri foto atau slide show dan iklan yang memungkinkan pengguna bisa melihat 360 derejat produk yang diiklan.
Dari studi di atas terlihat kalau pengguna iPad merupakan tipikal orang yang demanding. Bagi mereka iPad seharusnya bisa memenuhi kehausan mereka akan kekayaan visual, baik video maupun foto. Dan sebagian besar dari mereka tidak keberatan bila media online tersebut disesaki dengan iklan-iklan.
Di sisi lain, secara garis besar peta pangsa pasar media online di tablet dapat kita bagi menjadi dua. Pertama, pembaca muda yang sangat teknologi minded. Mereka adalah tablet-er yang telah banyak terpengaruh fitur-fitur ponsel cerdas. Mereka mengharapkan keindahan visual, yamg bisa menggabungkan teks, foto, video dan interaktifitas dengan apik. Mereka juga orang yang selalu ingin berbagi melalui situs jejaring sosial. Jenis kedua adalah pembaca kelas berat yang ingin beralih dari versi cetak. Mereka adalah pasar yang bisa digarap untuk menjadi pelanggan berita online berlangganan (paid content).
Tablet bisa jadi akan menjadi pelabuhan baru yang diimpikan para pelaku media online. Tapi, seperti pelabuhan online lainnya, kekuatan konten, baik secara konseptual maupun kualitas akan menjadi penentu siapa yang bakal sukses meraup sukses dari peluang menggiurkan ini.***
admin on January 26th 2011 in Media Sosial, Strategi Marketing
